Jumat, 06 Juni 2014

PEDAGOGI DAN ANDRAGOGI

Pedogogi  adalah sebuah teori pembelajaran untuk anak-anak dimana orang tua atau pengajar memiliki peran yang penting untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab  atas diri mereka. Pengalaman saya sendiri  tentang pedogogi sangat pikir sangat banyak. Karena diusia sekarang ini saya baru menggunakan androgogi. Malah kadang-kadang saya masih menggunakan pedogodi. Pedogogi yang paling  mencolok saya rasakan saat masa-masa prasekolah, Sekolah Dasar, dan SMP. Sebelum masuk ke Sekolah Dasar saya dimasukkan orang tua saya ke sebuah Taman Kanak-kanak dan les. Diles saya diajarkan bagaimana cara menulis, membaca, bahkan menghitung. Saya mendapatkan pelajaran dari guru saya. Sepenuhnya dari guru saya. Saya hanya menerima. Dan guru saya yang memberikan semua pelajaran. Disaat itu saya hanya mengetahui semua dan segala hal yang hanya diberikan oleh guru saya tanpa mencari tahhu sendiri. Saya menjadi pembelajar pasif. Begitupun dirumah dengan orangtua saya. 

Orang tua saya mengajarkan saya hal-hal yang berhubungan dengan kemampuan motorik halus seperti mengancing baju, memakai sepatu. Semua hal dari yang kecil sampai yang besar saya diberitahu dan saya telan mentah-mentah. Disekolah dasarpun begitu. Saya menjadi seorang pembelajar yang pasif. Sementara disekolah menengah pertama saya merasa masih menggunkakan pembelajaran pedogogi. Wlaau ada beberapa guru yang menerapkan sistem kerja kelompok untuk memecajkan suatu masalah tapi ini hanya sesekali dan tetap saja meskipun telah berkelompok guru tetap memiliki peran yang sangat besar dalam setiap kelompok yang kami buat.  Nah, kalau saat SMA saya rasa penggunaan pedogogi dan androgogi seimbang. Karena banyak guru-guru yang menerapkan pembeajaran siswa sebagai pembelajar yang aktif. Jadi, hampir sebagian guru-guru disekolah saya mengandalkan kami sebagai pembelajar yang aktif. Tapi masih tetap dalam kelompok-kelompok dan setelah sesi belajar kelompok mana baru lah kami berganti peran.  Gurulah yang menjadi peran yanng lebih aktif. 

            Pedogogi adalah teori belajar yang sangat penting. Jika tidak ada pedogogi maka tak ada pula androgogi. Androgogi adalah teori pembelajaran yang untuk orang dewasa. Saat memasuki dunia perkuliahan,  saat seseorang berada diantara pedagogi dan androgogi, ia sebenarnya dituntut lebih menjadi seorang yang androgogi.  Jelas saja karena usia remaja yang beranjak menjadi seorang dewasa awal. Banyak proses yang harus dilalui.Banyak kebiasaan-kebiasaan yang telah melekat dalam diri yang harus dihindari. Banyak sikap yang harus diubah. Menjadi seorang yang harus bertanggungjawab bukanlah pekejaan mudah. Disini saya dituntut menjadi pembelajar yang sepenuhnya aktif. Walaupun ada saat-saat pedogogi kembali. Tapi tetap saya androgogi lah yang  harus mendominasi dalam diri seorang yang dewasa. Harus belajar dari berbagai pengalaman. Harus menjadi mandiri. Dan harus dapat mengambil keputusan dengan benar. Jelas saja, karena setiap keputusan yang telah saya ambil haruslah dapat saya pertanggung jawabkan.  Banyak kejadian hal-hal menarik dalam dunia perkuliahan. Bahkan ada dosen yang jika masuk hanya akan menjawab pertanyaan mahasiswanya. Jadi jika mahasiswanya idak ada yang bertanya maka dosen tersebut keluar dan mengakhiri kelas. Dari sini saja kita dapat melihaht langkah-langkah apa yang harus diambil untuk menjasi seorang yang dewasa dan mandiri. Misalnya saja sebelum masuk kelas harus membaca buku, jadi kalau ada sesuatu yang tidak jelas bisa langsung ditanyakan kepada dosen yang bersangkutan. Dalam hal ini seorang yang andragogi juga harus dituntut untuk berfikir kritis.Jadi mulai sekarang, mari apresiasikan diri kita agar kita dapat lebih mudah untuk menjadi seorang yang androgogi. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar