BIG FIVE THEORY
Disusun
O
L
E
H
Kelompok 6
Evilda Syafitri (13-052)
Nurlina Dewipa (13-054)
Aji Damadhan (13-056)
Syaila Annuri (13-058)
Zelita Almira Br. Sembirng (13-060)
Fakultas Psikologi
Universitas Sumatera Utara
2013/2014
•
Defenisi
Kepribadian
•
Menurut Lewis Goldberg, Manusia dibedakan menjadi beberapa
karakter serta kepribadiaan yang berbeda pula di setiap individunya.
Masing-masing individu mempunyai ciri-ciri tersendiri, sifat dan pola berfikir
sendiri yang banyak dipengaruhi oleh keadaan lingkungan mereka dibesarkan dan
bentuk pendidikan yang diperoleh
•
Menurut Paul T. Costa, Jr, Kepribadian adalah penentu dari
cara-cara orang menghadapi stress
•
Sedangkan menurut Robert R. McCrae, Kepribadian adalah dimensi
perbedaan individu dalam kecenderungan untuk menunjukkan pola konsistensi dari
pikiran, perasaan, dan tindakan.
•
Struktur
Kepribadian
Big five personality merupakan
pendektan dalam psikologi kepribadian yang mengelompokan trait-trait
kepribadian dengan analisis faktor. Faktor-faktor didalam big five menurut Costa & McCrae meliputi: (O)
Openness, (C) Conscientiousness, (E) Extraversion (A) Agreeableness, (N)
Neurotisme.
•
Openness
(O)
Menilai usahanya secara proaktif dan
penghargaannya terhadap pengalaman demi kepentingannya sendiri. Menilai
bagaimana ia menggali sesuatu yang baru dan tidak biasa. Dimensi ini
mengamanatkan tentang minat seseorang. Orang terpesona oleh hal baru dan
inovasi, ia akan cenderung menjadi imajinatif, benar-benar sensitif dan
intelek. Sementara orang yang disisi lain kategori keterbukaannya ia nampak
lebih konvensional dan menemukan kesenangan dalam keakraban
•
Conscientiousness
(C)
Menilai kemampuan individu didalam
mengorganisir, baik mengenai ketekunan dan motivasi dalam mencapai tujuan
sebagai perilaku langsungnya. Sebagai lawannya menilai apakah individu tersebut
tergantung, malas dan tidak rapi. Dimensi ini merujuk pada jumlah tujuan yang menjadi pusat perhatian
seseorang. Orang yang mempunyai skor
tinggi cenderung mendengarkan kata hati dan mengejar sedikit tujuan dalam satu
cara yang terarah dan cenderung bertanggung jawab, kuat bertahan, tergantung,
dan berorientasi pada prestasi. Sementara yang skornya rendah ia akan cenderung
menjadi lebih kacau pikirannya, mengejar banyak tujuan, dan lebih hedonistik.
•
Extraversion
(E)
Menilai kuantitas dan intensitas
interaksi interpersonal, level
aktivitasnya, kebutuhan untuk didukung, kemampuan untuk berbahagia. Dimensi ini
menunjukkan tingkat kesenangan seseorang akan hubungan. Kaum ekstravert
(ekstraversinya tinggi) cenderung ramah dan terbuka serta menghabiskan banyak
waktu untuk mempertahankan dan menikmati sejumlah besar hubungan. Sementara
kaum introvert cenderung tidak sepenuhnya terbuka dan memiliki hubungan yang
lebih sedikit dan tidak seperti kebanyakan orang lain, mereka lebih senang
dengan kesendirian.
•
Agreeableness
(A)
Menilai kualitas orientasi individu
dengan kontinum mulai dari lemah lembut sampai antagonis didalam berpikir, perasaan dan perilaku.
Dimensi ini merujuk kepada kecenderungan seseorang untuk tunduk ke pada orang
lain. Orang yang sangat mampu bersepakat jauh lebih menghargai harmoni
daripada ucapan atau cara mereka. Mereka tergolong orang yang kooperatif dan
percaya pada orang lain. Orang yang menilai rendah kemampuan untuk bersepakat
memusatkan perhatian lebih pada kebutuhan mereka sendiri ketimbang kebutuhan
orang lain.
•
Neuroticism
(N)
Trait
ini menilai kestabilan dan ketidakstabilan emosi. Mengidentifikasi
kecenderungan individu apakah mudah mengalami stres, mempunyai ide-ide yang
tidak realistis, mempunyai coping response yang maladaptive. Dimensi ini
menampung kemampuan seseorang untuk
menahan stres. Orang dengan kemantapan
emosional positif cenderung berciri tenang, bergairah dan aman. Sementara
mereka yang skornya negatif tinggi cenderung tertekan, gelisah dan tidak aman.
Dari
lima faktor didalam Big Five, masing-masing dimensi terdiri dari beberapa
facet. Facet merupakan trait yang lebih spesifik, merupakan komponen dari 5
faktor besar tersebut.
Komponen dari big five faktor
tersebut menurut NEO PI-R yang dikembangkan Costa & McCrae adalah :
a. Neuroticism
•
Kecemasan (Anxiety)
•
Kemarahan (Anger)
•
Depresi (Depression)
•
Kesadaran diri (Self-consciousness)
•
Kurangnya kontrol diri (Immoderation)
•
Kerapuhan (Vulnerability)
b. Extraversion
•
Minat berteman (Friendliness)
•
Minat berkelompok (Gregariousness)
•
Kemampuan asertif (Assertiveness)
•
Tingkat aktivitas (Activity-level)
•
Mencari kesenangan (Excitement-seeking)
•
Kebahagiaan (Cheerfulness)
c. Openness
•
Kemampuan imajinasi (Imagination)
•
Minat terhadap seni (Artistic interest)
•
Emosionalitas (Emotionality)
•
Minat berpetualangan (Adventurousness)
•
Intelektualitas (Intellect)
•
Kebebasan (Liberalism)
d. Agreeableness
•
Kepercayaan (Trust)
•
Moralitas (Morality)
•
Berperilaku menolong (Altruism)
•
Kemampuan bekerjasama (Cooperation)
•
Kerendahan hati (Modesty)
•
Simpatik (Sympathy)
e. Conscientiousness
•
Kecukupan diri (Self efficacy)
•
Keteraturan (Orderliness)
•
Rasa tanggungjawab (Dutifulness)
•
Proses
Kepribadian
Allport percaya bahwa sifat
merupakan unit dasar kepribadian. Menurut Allport, sebenarnya sifat itu ada dan
berkedudukan di sistem saraf. Mereka mempresentasikan disposisi kepribadian
umum yang menjelaskan keteraturan fungsi seseorang dari satu situasi ke situasi
yang lain dan dari satu waktu ke waktu yang lain. Baik teori Eysenck maupun
Cattell memiliki asumsi yang sama tentang karakteristik alamiah sifat
kepribadian dan kegunaan analisis faktor dalam mengidentifikasikan sifat
seseorang. Diantara ketiga tokoh pendekatan trait terdapat pandangan mengenai
penggunaan faktor analisa, mengenai jumlah dan dimensi sifat dasar yang
diperlukan untuk mampu mendeskripsikan kepribadian.
Dari
sini big five personality mulai ditemukan. Pada awalnya diperkenalkan oleh
Lewis R.Goldberg. Mula-mula hanya ditemukan tiga trait, yang diantarnya yaitu
neuroticism, extraversion, openness. Lalu, teorinya tersebut dikembangkan oleh
Paul T.Costa dan Robert R McCrae dengan menambahkan dua trait lagi agar tedapat
lima trait yang sesuai dengan sebutan Big Five. Kedua trait tersebut yaitu
agreeblesness dan conscientiousness.
•
Perkembangan
Kepribadian
Perkembangan
kepribadian menurut Cattell yaitu proses belajar yang merupakan kejadian-kejadian
sebagai penjelmaan dari pada pola tingkah laku. Jika ada pola penyesuaian
(faktor endogen) bertemu dengan keadaan yang berpengaruh terhadap pola
penyesuaian tersebut (faktor eksogen)
maka akan menimbulkan hasil dalam kepribadian yang berwujud perubahan
atau perkembangan,dan hal inilah yang dilalui oleh individu dalam jalan
perkembangannya.
Kepribadian
seseorang dipengaruhi oleh unsur nature dan nurture. Hal inilah yang
menyebabkan setiap individu memberikan respons yang berbeda pada setiap stimulus
atau tindakan yang dilakukan kepadanya. Secara umum periset Big five telah
memfokuskan karya mereka pada stabilisasi dan perubahan-perubahan kepribadian.
Openness, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, Neuroticism adalah
sifat-sifat yang ada dalam teori Big five. Traits ini ada karena banyak analis
muncul dari kepribadian manusia yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Model ini muncul dari analisis faktor kata sifat yang digunakan untuk
menggambarkan kepribadian dan dari analisis faktor berbagai tes dan skala
keperibadian yang setara. Pendekatan big five terhadap kepribadian kebanyakan
didasarkan pada penelitian-penelitian, yang didasarkan pada teori pendekatan
induktif terhadap kepribadian yang memiliki arti bahwa teori dihasilkan jika tidak dikumpulkan
dengan- cara yang baik dan komprehensif, hasil yang didapatkan akan memiliki
validitas yang terbatas. Banyak peneliti yakin bahwa dasar biologis dari Big
Five biasanya akan ditemukan, sebaliknya dimensi big five kebanyakan berasal dari
pendekatan leksikal terhadap trait.
•
Isu-Isu
Penting Kepribadian
Defenisi
Cattel mengenai kepribadian memberi kita petunjuk tentang pandangannya terhadap
sifat manusia. Dia menyatakan bahwa “Kepribadian adalah suatu yang memungkinkan
akan sebuah prediksi tentang apa yang akan manusia lakukan dalam
situasi-situasi tertentu”. Untuk membuat prediksi tentang hal-hal yang
memengaruhi perilaku, maka hal itu harus sah dan benar-benar baik. Suatu prediksi akan menjadi sangat sulit jika
dibuat tanpa keteraturan dan konsistensi dalam kepribadian.
•
Free will vs Determunisme
Menurut Cattel
spontanitas dalam prilaku manusia itu sedikit. Karena
spontanitas akan membuat prediksi terhadap prilaku manusia menjadi sulit sebab
kita tidak akan tahu apa yang akan manusia lakukan jika semua manusia melakukan
segala hal dengan spontan. Sehingga, Cattel menyadari bahwa sifat-sifat manusia
lebih cenderung ke arah determinism (dibatasi) dari pada prilaku yang free will
(tidak terbatas).
•
Nature vs Nurture
Menurut McCrae
dan Costa, mereka lebih menekankan pada sifat yang diturunkan secara biologi
(nature) sebagai hal yang mempengaruhi kepribadian daripada hal-hal yang
didapatkan melalui pengalaman (nurture). Namun, Cattel berpendapat bahwa baik
nature (faktor keturunan) maupun nurture (lingkungan sosial) sama-sama
memengaruhi kepribadian seseorang.
•
Past vs Present
Cattel berpendapat bahwa kita tidak akan memperoleh prediksi
perilaku secara utuh bila hanya dilihat dari pengaruh kejadian-kejadian
kehidupan yang baru (present experiences). Tetapi Cattel percaya bahwa
kejadian-kejadian masa lalu, termasuk masa kanak-kanak kita (past experiences)
juga memengaruhi prediksi kepribadian
seseorang secara permanen.
•
Uniqueness vs Universality
Dalam teori big five, dikatakan memiliki
Uniqueness karena mempunyai trait dengan keunikannya masing-masing. Dan setiap
trait ini juga mempunyai ciri atau facetnya masing-masing. Dikatakan universal
adalah karena menurut teori ini, kelima trait ini dimiliki oleh semua individu.
Universality ini merupakan ciri kepribadian secara umum, dan menjadi
acuan dalam menentukan, mengidentifikasi kepribadian tiap individu. Cattel
berpandangan bahwa uniqueness dan universality memiliki posisi yang seimbang.
Tidak ditemukan ciri-ciri umum yang berlaku bagi setiap orang dalam suatu
budaya dan ciri sifat unik (uniqueness) yang biasanya menggambarkan setiap
individu.
•
Equilibrium vs Growth
Dalam teori ini,
equilibrium dan growth memiliki posisi yang seimbang. Disini tidak terlalu
banyak dijelaskan bagaimana teori ini memberikan keterangan tentang
keseimbangan dan pertumbuhan dalam hidup manusia dengan pembentukan
kepribadian. Dimana, keseimbangan dan pertumbuhan ini melibatkan kepentingan
dan akhir dari tujuan hidup manusia. Tetapi, McCrae dan Costa yakinsetiap orang
memiliki level tertentu dari masing-masing five factor, kemudian akan
mempengaruhi pengalaman dan perkembangan kepribadian psikologis.
•
Optimistic vs Pesimistic
Cattel memandang sifat manusia dengan lebih jelas. Di
tahun-tahun permulaannya, dia sangat optimis tentang adanya suatu kemampuan
dalam setiap orang untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial. Cattel
memperkirakan bahwa kita seharusnya memiliki kesadaran besar untuk mengontrol
lingkungan hidup kita. Ia mengharapkan untuk dapat melihat kenaikan intelegensi
manusia bersamaan dengan perkembangan kehidupan komunitas yang lebih ramah
sebagai kreatifitas warga negara yang menduduki suatu tempat. Pada
kenyataannya, harapan Cattel tersebut tidak terpenuhi dan akhirnya ia harus
percaya bahwa sifat perilaku manusia dan masyarakat mengalami kemunduran.
•
Assessment
Setiap
individu tentu memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Lima dimensi kepribadian
yang dinamakan dengan The Big Five Trait, diantaranya terdiri dari openness,
conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism.
Terdapat
beberapa alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur Big Five Trait Factors,
diantaranya yaitu :
•
BFI (Big Five Inventory)
•
NEO-PI-R (NEO-Personality Inventory Revised)
•
PCI (Personality Characteristic Inventory)
BFI (Big Five Inventory)
Big Five
Inventory merupakan tes yang terdiri
dari empat puluh empat item sebagai usaha untuk menjawab kebutuhan akan tes
yang praktis dan singkat yang dapat mengukur dan mengidentifikasi komponen dari
Big Five Personality. Empat puluh empat
item dari Big Five Inventory dikembangkan dan menjadi representasi dari
kelima Public Big Five Personality. Tujuan dari tes ini adalah terciptanya
inventori yang ringkas, flexible, dan efisien dalam melakukan penilaian
terhadap 5 dimensi dari Big Five Personality.
NEO-PI-R (NEO-Personality Inventory
Revised)
NEO-PI-R
adalah sebuah alat ukur yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae dengan cara
menggunakan kuisioner yang dirancang untuk mengukur Big Five Traits. Mereka
membedakan masing-masing dari kelima dimensi kepribadian tersebut dengan
mengembangkan enam facet yang sifatnya lebih spesifik. Setiap facet diukur oleh
8 item, maka NEO-PI-R terdiri dari 240 item (5 faktor x 6 facet x 8 item).
Kelebihan dari alat ukur NEO-PI-R yaitu sifatnya yang cross cultural sehingga
memudahkan untuk mereplikasi jika terdapat budaya-budaya yang berbeda-beda.
IPIP (International Personality Item
Pool)
IPIP website merupakan suatu usaha
secara internasional untuk mengembangkan sebuah set inventori kepribadian yang
berasal dari item-item domain publik daan skala tersebut dapat digunakan untuk
tujuan ilmiah maupun tujuan komersil.
DAFTAR PUSTAKA
Pervin, L.A & John, O.P. 2001. Personality;Theory and Reasearch. 8 ed. New York:John Wiley
& Sons, Inc.
Schultz & Schultz. 1994. Theories
of Personality. 5 ed. Belmont: Wadsworth, Inc.
Lahey, Benjamin B. 2007. Psychology
an introduction. New York: The McGraw Hill Companies, Inc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar