Hipotesis adalah dugaan sementara. Pengujian hipotesis adalah proses untuk menentukan apakah pertanyaan penelitian dapat dijawab oleh hasil penelitian.Hipotesis terbagi menjadi beberapa bagian. Ada yang namanya hipotesis nol yaitu tidak ada perbedaan yang nyata antara kelompok yang sedang dibandingkan. Sementara hipotesis alternatif adalah hipotesis yang ingin dibuktikan oleh peneliti.
Hipotesis ada dua yaitu yaitu
hipotesis satu arah dan hipotesis dua arah. Hipotesis satu arah adalah hipotesis alternatif dimana peneliti lebih
memprediksi arah perbedaan yang diharapkan terjadi antara kelompok yang sedang
dibandingkan. Contoh :
Ho : Mahasiswa aktf organisasi <
Mahasiswa populasi
Ha : Mahasiswa aktif organisasi >
Mahasiswa populasi
Hipotesis dua arah
adalah hipotesis alternatif dimana dimana peneliti memprediksikan bahwa
kelompok yang sedang diuji berbeda tetapi tidak memprediksi arahya.
Contoh :
Ho : Mahasiswa aktif organisasi =
Mahasiswa populasi
Ha : Mahasiswa akti organisasi Tidaksama
dengan Mahasiswa populasi
Untuk lebih mudah jika
ingin melihat hipotesis satu arah lihat apakah data menunjukkan peningkatan
atau penurunan. Jika hipotesis dua arah
biasanya memiliki kecenderungan yang berbeda.
Dalam sebuah pengujian
tidaklah semua hal berjalan mulus. Kadang ada error yang terjadi. Eror dalam
pengujian hipotesis :
1.
Error Tipe I
Error
dalam suatu pengujian hipotesis dimana hipotesis nol ditolak ketika sebenarya
harus diterima atau H0 benar.
2.
Error Tipe II
Error dalam
suatu pengujian hipotesis dimana hipotesis nol diterima ketika sbenarnya harus
ditolak atau H0 salah.
Dalam pengujian hipotesis ada juga yang
namanya signifikansi yaitu perbedaan yang teramati antara dua deskriptif
statistik.
TES
BINOMINAL
Tes
Binominal adalah satu jenis tes satu sampel yang digunakan jika hanya terdapat
dua kategori dalam klasifikasi data yang ada atau hanya untuk ukuran sampel
yang kecil. Tes binominal satu sampel ini bertipe goodness of fit. Menarik satu sampel random kemudian menguji
hipotesisnya bahwa sampel yang ditarik ini bersadarkan dari distribusi
tertentu. Jenis data yang digunkan adalah data nominal.
Ada
dua populasi yang hanya dipandang dengan dua kelas, misalnya laki-laki dan
perempuan, atau menikah dan bujangan. Untuk kasus ini, semua observasi yang
mungkin dari populasinya akan termasuk dalam salah satu klasifikasi yang
terpisah-pisah itu.
-
Satu kelas kasusnya disebut “P” à
Kemungkinan sukses.
-
Kelas lainnya disebut “p-1” atau “Q”
Distribusi
binominal adaah distribusi sampling dari proporsi-proporsi yang mungkin kita
amati dalam sample-sample random yang ditarik dari suatu populasi yang terdiri
dari dua kelas.
Dari
tes ini kita tahu apakah cukup alas an untuk percaya bahwa proporsi-proporsi
yang kita amati dalam sampel kita berasal dari suatu populasi yang memiliki
nilai tertentu.
Probabilitas untuk
memperoleh x obyek dalam suatu kategori dan N-x obyek dalam kategori lainnya
dihitung dengan:

Dengan

Keterangan:
P = proporsi kasus yang diharapkan dalam
salah satu kategori.
Q = 1 – P = proporsi kasus yang
diharapkan dalam kategori lainnya.
Contoh soal :
1. Dilakukan
penelitian untuk mengetahui kecenderungan masyarakat dalam memilih perawatan
kecantikan. Berdasarkan 20 anggota sampel yang dipilih secara acak, bagaimanakah
kemungkinan bahwa secara pasti 8 dari 20 akan memilih perawatan kecantikan
salon dan selebihnya perawatan kecantikan klinik. Dengan tingkat signifikansi
0,05.
Jawab
:
Rumusan
masalah : Peneliti ingin menguji
apakah ada perbedaan yang signifikan
antara
wanita yang memilih perawatan kecantikan salon dan
perawatan kecantikan klinik.
H0 : Tidak ada
perbedaan yang signifikan antara wanita yang
memilih perawatan kecantikan salon dan
perawatan
kecantikan klinik.
Ha : Ada perbedaan yang
signifikan antara wanita yang memilih
perawatan kecantikan salon dan perawatan kecantikan klinik.
Tingkat
signifikansi : 5%
Tes
statistik : Tes binomial,
karena dataya ada dalam dua kategori diskrit,
dan desainnya bertipe satu sampel.
Daerah
penolakan : p > α , maka terima
H0.
Keputusan : Tidak ada perbedaan yang
signifikan antara wanita yang
memilih perawatan kecantikan salon dan
perawatan
kecantikan klinik.
|
Alternatif pilihan
|
Frekuensi
|
|
Salon
|
8
|
|
Klinik kecantikan
|
12
|
|
Total
|
20
|
Lihat tabel D !
N = 20
X = 8
P = 0,252
2. Sebuah
uang logam dilemparkan sebanyak 7 kali. Bagaimana kemungkinan bahwa secara
pasti 4 diantara 7 tersebut akan menghasilkan gambar.
Jawab
:

p(x) =
21 (
)5 . (
)2
= 21 . 0,195
= 4,101
TES
CHI-KUADRAT
Uji Chi-kuadrat satu sampel digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif bila dalam
populasi terdiri atas dua kelas atau lebih, data berbentuk nominal dan ukuran sampelnya
besar. Yang dimaksud dengan hipotesis deskriptif disini merupakan
estimasi/dugaan terhadap ada tidaknya perbedaan frekuensi antara kategori satu
dengan kategori lain dalam sebuah sampel. Tes ini menggunakan
tipe goodness of-fit. H0 dalam
chi-kuadrat menyatakan proporsi objek yang jatuh dalam masing-masing kategori
didalam proporsi yang ditetapkan.
Tes
chi-kuadrat digunkan karea kita akan membandingkan data dari suatu sampel
dengan populasi tertentu yang ditetapkan, yang cocok adalah satu tes satu
sampel. Tes ini merupakan tes yang paling sering digunakan.
Syarat-syarat
chi-kuadrat sendiri adalah sampel harus dipilih secara random dan frekuensi
harapan tidak bole terlalu kecil.
Statistik uji :

Oi =frekuensi observasi/pengamatan ke
Ei = frekuensi harapan ke i
Kriteria
keputusan: H0 ditolak jika
>
dg db=1
Contoh
1. Salah satu organisasi perempuan ingin mengetahui apakah
wanita berpeluang sama dengan pria untuk menjadi pemimpin. Untuk itu dilakukan penelitian. Populasi penelitian
adalah masyarakat di suatu daerah yang sedang melakukan pemilihan pemimpin
kelurahan. Ada 2 calon pemimpin
lurah, 1 pria dan 1 wanita. Sampel
diambil secara acak dari para pemilih sebanyak 300 orang. Dari sampel tersebut
ternyata 200 orang memilih calon pria dan 100 orang memilih calon wanita.
Kesimpulan apakah yang dapat diambil?
Jawab
Rumusan
masalah : Peneliti ingin menguji
apakah ada perbedaan peluang untuk menjadi
pemimpin antara calon pemimpin laki-laki dan
calon pemimpin
perempuan?
H0 : Tidak ada perbedaan peluang untuk menjadi pemimpin antara calon
pemimpin laki-laki dan calon pemimpin
perempuan?
Ha : Ada perbedaan peluang untuk menjadi pemimpin antara calon
pemimpin laki-laki dan calon pemimpin
perempuan?
Tes Statistik : Tes chi-kuadrat, karena kita akan
membandingkan data dari satu
sampel
dengan populasi tertentu yang ditetapkan, yang cocok adalah
satu tes
satu sampel.
Taraf
signifikansi :
= 0,05
Daerah penolakan : H0
ditolak ,
>
= 3,841
Kesimpulan : Karena
=
33,34 >
=
3,841, maka H0 ditolak, ada
perbedaan peluang untuk menjadi pemimpin antara calon
pemimpin
laki-laki
dan calon pemimpin perempuan?

Perhitungan
|
Calon
Kepala desa
|
Frekuensi
yang diperoleh (Oi)
|
Frekuensi
Harapan (Ei)
|
Oi
- Ei
|
(Oi
- Ei)2
|
![]() |
|
Pria
|
200
|
150
|
50
|
2500
|
16,67
|
|
Wanita
|
100
|
150
|
-50
|
2500
|
16,67
|
|
Jumlah
|
300
|
300
|
|
|
33,34
|
2. Seorang
peneliti ingin menguji perolehan frekuensi kategori hasil observasi dan
frekuensi kategori harapan, untuk menghitung
perlu dibuat kolom
((O-E)^2)/E.
|
Kategori
|
O
|
E
|
((O-E)^2)/E
|
|
Sangat Rendah
|
3
|
2
|
0.500
|
|
Rendah
|
7
|
8
|
0.125
|
|
Sedang
|
8
|
10
|
0.400
|
|
Tinggi
|
8
|
8
|
0.000
|
|
Sangat Tinggi
|
4
|
2
|
2.000
|
|
Total
|
30
|
30
|
3.025
|
Db = 4
Rumusan
masalah : Peneliti ingi mengujia apakah
ada perbedaan antara
perolehan frekuensi kategori hasil observasi
dan frekuensi
kategori harapan?
H0 : Tidak ada perbedaan antara perolehan
frekuensi kategori hasil observasi
dan frekuensi kategori harapan.
Ha : Ada perbedaan antara perolehan frekuensi
kategori hasil observasi dan
frekuensi kategori harapan.
Tes
Statistik : Tes chi-kuadrat, karena kita akan
membandingkan data dari
satu sampel dengan populasi tertentu yang
ditetapkan, yang
cocok
adalah satu tes satu sampel.
α : 5%
Daerah penolakan :
Karena
hitung <
tabel, maka hipotesis nol diterima.
Kesimpulan : Tidak ada perbedaan antara
perolehan frekuensi kategori
hasil observasi dan frekuensi kategori
harapan.
TES KOLMOGOROV-SMIRNOV
One sample untuk mengetahui apakah sampel
tertentu berdasar dari populasi. Dapat digunakan untuk sampel kecil. Uji Kolmogorov-Smirnov termasuk Uji Kebaikan Suai
(Goodness of Fit). Dalam hal ini yang diperhatikan adalah tingkat kesesuaian
antara distribusi nilai sampel dengan distribusi teoritis tertentu. Oleh
karenanya uji ini dapat digunakan untuk uji kenormalan.
Kolmogorov-Smirnov D = maks
F0(x) – SN(X) 
Contoh:
1. Apakah
jumlah mahasiswa yang Do relatif sama persemesternya?
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
F
|
5
|
2
|
3
|
4
|
6
|
|
F0 (x)
|
1/5
|
2/5
|
3/5
|
4/5
|
5/5
|
|
Sn (x)
|
5/20
|
7/20
|
10/20
|
14/20
|
20/20
|
|
|
-1/20
|
1/20
|
2/20
|
2/20
|
0
|
Rumusan
Masalah : Peneliti ingin menguji
apakah jumlah mahasiswa yand di DO relatif \
sama tiap semesternya?
H0 : Tidak ada perbedaan jumlah mahasiswa yang di DO persemesterya.
Ha : Ada perbedaan jumlah mahasiswa yang di
DO persemesternya.
Tes
Statistik : Tes
kolmogorov-smirnov digunakan karena peneliti ingin
membandingkan distribusi skor yang
diobservasi pada suatu skala
ordinal, dengan satu distribusi teoritis.
Signifikansi : 5%
Daerah
penolakan : Ho ditolak karena
Dhitung > Dtabel.
Kesimpulan : Ada perbedaan jumlah
mahasiswa yang di DO persemesternya.
2. Sebuah
penilitian ingin melakukan suatu pengujian terhadap 25 mahasiswa tentang
ketertarikan mereka terhadap UKM-UKM menantang fisik.
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
F
|
8
|
2
|
5
|
4
|
6
|
|
F0 (x)
|
1/5
|
2/5
|
3/5
|
4/5
|
5/5
|
|
Sn (x)
|
8/25
|
10/25
|
15/25
|
19/25
|
25/25
|
|
|
-3/25
|
0
|
0
|
1/25
|
0
|
Rumusan
Masalah : Peneliti ingin menguji
apakah ada perbedaan yang signifikan antara
ketertarikan mahasiswa terhadap UKM-UKM
menantang fisik?
H0 : Tidak ada perbedaan yang signifikan
antara ketertarikan mahasiswa terhadap UKM-
UKM menantang fisik.
Ha : Ada perbedaan yang signifikan antara
ketertarikan mahasiswa terhadap UKM-UKM
menantang fisik.
Tes
Statistik : Tes
kolmogorov-smirnov digunakan karena peneliti ingin
membandingkan distribusi skor yang
diobservasi pada suatu skala
ordinal, dengan satu distribusi teoritis.
Signifikansi : 5%
Daerah
penolakan : Ho ditolak karena
Dhitung > Dtabel.
Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan
antara ketertarikan mahasiswa
terhadap UKM-UKM menantang fisik.
TES MC-NEMAR
Tes ini merupakan jenis tes
statistik untuk sampel berkorelasi dengan tujuan utama untuk mengetahui
signifikansi perubahan akibat adanya perlakuan atau treatment tertentu..
Tes ini sangat bermanfaat jika data yang diperoleh berskala nominal dan ordinal.
Fungsi :
- Untuk uji signifikansi perubahan atau pergeseran yang dijelaskan melalui rancangan sebelum dan sesudah. Dengan demikian pengamatan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum adanya perlakuan dan sesudahnya. Dalam hal ini individu juga berposisi sebagai pengontrol bagi dirinya sendiri.
- Dapat digunakan untuk uji efektivitas suatu perlakuan (treatment). Artinya jika perubahan terjadi maka perubahan itu terjadi semata hanya karena adanya perlakuan dimaksud.
Tes ini berhadapan dengan dua sampel berkorelasi /
berhubungan. Setiap elemen sampel memiliki 2 keadaan yaitu sebelum adanya
perlakuan dan sesudahnya. Dalam kondisi seperti ini tiap individu berposisi
sebagai pengontrol bagi dirinya sendiri. Data hasil pengukuran paling rendah
berskala nominal yang terbagi/ dipilah menjadi 2 (dikhotomi). Tes Mc
Nemar dilakukan dengan tabel silang 2 x 2 dalam format sebagai berikut:
|
Kondisi sebelum
|
Kondisi sesudah
|
|
|
0
|
1
|
|
|
1
|
A
|
B
|
|
0
|
C
|
D
|
(A – D
) ²
A + D
Contoh :
1. Seorang
peneliti tertarik bagaiamana
ketertarikan konsumen terhadap suatu produk makanan, sebelum di iklankan dan
sesudah diiklankan. Hasilnya menyatakan bahwa 12 konsumen bertambah, 5 konsumen
tetap, konsumen yang tidak tertarik 3, konsumen yang berkurang minatnya 5.
Sigifikansi 5%.
Jawab :
|
|
+
|
-
|
|
-
|
12
|
5
|
|
+
|
3
|
5
|
X2
= 
= 2,823
Karena dua
sisi α = 0,05/2 = 0,025
U tabel =
41,57
Df = 1 = = 5,41
Rumusan masalah :
Peneliti ingin melihat apakah ada perbedaan minat konsumen
terhadap suatu produk makanan
setelah dilaksanakan iklan dan
sebelum dilaksanakan iklan?
Ho : Tidak
ada perbedaan minat konsumen terhadap suatu produk makanan setelah
dilaksanakan iklan dan sebelum dilaksanakan iklan.
Ha : Ada
perbedaan minat konsumen terhadap suatu produk makanan setelah
dilaksanakan iklan dan sebelum dilaksanakan
iklan.
α : 5%
Tes statistik :
Tes Mc Nemar untuk signifikansi perubahan
dipilih, karena studi ini
menggunakan dua sampel berhubungan,
merupakan tipe “sebelum
dan sesudah”, dan menggunakan pengukuran
nominal.
Daerah Penolakan :
Karena Utabel > Uhitung, maka Ho ditolak.
Kesimpulan :
Ada perbedaan minat konsumen terhadap suatu produk makanan
setelah dilaksanakan iklan dan
sebelum dilaksanakan iklan.
2. Seorang
Psikolog tertarik bagaimana remaja yang brokenhome dapat menerima
keadaan.Dengan jenjang waktu 1-30 hari. Dan hasilnya menunjukkan 8 anak yang
awalnya tak menerima menjadi menerima, 4 anak tetap menerima, 3 anak yang
awalnya menerima menjadi tak menerima, dan 5 anak tetap tidak dapat menerima.
Tingkat kepercayaan 5%.
Jawab :
|
|
+
|
-
|
|
-
|
8
|
4
|
|
+
|
5
|
3
|
X2
= 
=
2,181
Karena dua
sisi α = 0,05/2 = 0,025
U tabel = 35,02
Df = 1 = = 5,41
Rumusan masalah :
Peneliti ingin melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara
remaja yang dapat menerima keadaan
brokenhome dan remaja yang
tidak dapat menerima brokenhome dalam kurun
waktu satu bulan?
Ho : Tidak
ada perbedaan yang signifikan antara remaja yang dapat menerima keadaan
brokenhome dan remaja yang tedak dapat menerima brokenhome dalam kurun
waktu satu bulan.
Ha : Ada
perbedaan yang signifikan antara remaja yang dapat menerima keadaan
brokenhome dan remaja yang tedak dapat
menerima brokenhome dalam kurun
waktu satu bulan.
α : 5%
Tes statistik :
Tes Mc Nemar unuk signifikansi perubahan dipilih, karena studi ini
menggunakan dua sampel berhubungan,
merupakan tipe “sebelum
dan sesudah”, dan
menggunakanpengukuran nominal.
Daerah Penolakan :
Karena Utabel > Uhitung, maka Ho ditolak.
Kesimpulan :
Ada perbedaan yang signifikan antara remaja yang dapat menerima
keadaan brokenhome dan remaja yang
tedak dapat menerima
brokenhome dalam kurun waktu satu bulan.
TES EKSAK
FISHER
Fisher
test merupakan uji eksak yang diturunkan oleh seorang bernama Fisher, karenanya
disebut uji eksak Fisher. Uji ini dilakukan untuk menguji signifikansi
hipotesis komparatif dua sampel independen. Perbedaan uji fisher dengan uji chi
square adalah pada sifat kedua uji tersebut dan ukuran sampel yang
diperlakukan. Uji fisher bersifat eksak sedangkan uji chi square bersifat
pendekatan. Uji chi square dilakukan pada data dengan sampel besar, sedangkan uji
Fisher dilakukan pada data dengan sampel kecil. Data yang dapat diuji dengan
fisher test ini berbentuk nominal dengan ukuran sampel n sekitar 40 atau
kurang, dan ada sel-sel berisikan frekuensi diharapkan kurang dari lima.
Perhitungan Fisher Test sama sekali tidak melibatkan chi-square, akan tetapi
langsung menggunakan peluang.
Fungsi tes ini untuk menguji apakah ada perbedaan
dua perlakuan yang mungkin dari dua populasi.
Contoh
1. Sebuah
pertanyaan dilontarkan kepada 14 mahasiswa psikologi apakah setuju dengan
kurikulum Blog. Signifikansi 5%.
|
Blog
|
Non Blog
|
|
TS
|
TS
|
|
S
|
TS
|
|
TS
|
S
|
|
TS
|
S
|
|
TS
|
TS
|
|
S
|
S
|
|
TS
|
S
|
Rumusan masalah : Peneliti ingin melihat apakah ada
perbedaan yang signifikan antara
mahasiswa yang memilih
kurikulum blog dan kurikulum non blog?
H0
: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang memilih
kurikulum
blog dan kurikulum non blog.
Ha
: Ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang memilih kurikulum blog
dan
kurikulum non blog.
α
: 5%
Daerah penolakan :
Karena Phitung ≥ α, maka H0 diterima.
Kesimpulan :
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang memilih
kurikulum blog dan kurikulum non
blog.
|
B
|
NB
|
||
|
S
|
2
|
4
|
6
|
|
TS
|
5
|
3
|
8
|
|
7
|
7
|
14
|
14!2!4!5!3!
=
42
2. Sebuah
pertanyaan dilontarkan kepada 12 mahasiswa apakah mereka ingin melakukan tes
SBMPTN karena merasa kurang puas dengan jurusan yang mereka jalani sekarang.
Signifikansi 5%.
|
Tes
|
Tetap
|
|
TS
|
S
|
|
TS
|
S
|
|
S
|
S
|
|
TS
|
S
|
|
TS
|
TS
|
|
S
|
S
|
Rumusan masalah :
Peneliti ingin melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara
mahasiswa puas dengan dengan
jurusan yang mereka jalani dan
mahasiswa yang tidak puas dengan jurusannya?
H0
: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa puas dengan
dengan jurusan
yang mereka jalani dan mahasiswa yang tidak
puas dengan jurusannya.
Ha
: Ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa puas dengan dengan jurusan
yang
mereka jalani dan mahasiswa yang tidak puas dengan jurusannya.
α
: 5%
Daerah penolakan :
Karena Phitung ≥ α, maka H0 diterima.
Kesimpulan : Tidak ada
perbedaan yang signifikan antara mahasiswa puas dengan
jurusan
yang mereka jalani dan mahasiswa yang tidak puas dengan
jurusannya.
|
Tes
|
Tetap
|
||
|
S
|
4
|
5
|
9
|
|
TS
|
2
|
1
|
3
|
|
6
|
6
|
12
|
12!4!5!2!1!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar